
Kamis, 4 November 2021 | 13.00 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajak Gabungan Pengusaha Nasional Sungai, Danau, Penyeberangan (Gapasdap) untuk mengembangkan juga angkutan sungai dan danau.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, selama ini bidang transportasi sungai, danau, dan penyeberangan lebih fokus pada pengembangan penyeberangannya saja. Sementara, transportasi sungai dan danau kurang dilirik.
“Padahal, angkutan transportasi sungai dan danau juga berperan penting dalam distribusi logistik, khususnya di wilayah yang mengandalkan sungai sebagai jalur transportasi. Jangan kita melihat di penyeberangan saja, tapi juga melihat potensi dan peluang yang ada di sungai dan danau,” kata Budi dalam keterangan resmi, Jumat (22/10/2021).
Menurut Budi, hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan (Menhub) yang minta untuk memperbaiki dan membuat pilot project lintasan transportasi sungai di Palembang, Kalimantan Tengah untuk mendukung food estate, dan di Asmat (Papua).
Khusus untuk Papua, Budi mengungkapkan, transportasi sungai di wilayah Papua merupakan bagian dari konsep tol laut.
“Dengan tranportasi sungai, logistik yang diangkut oleh kapal laut dapat diteruskan ke wilayah-wilayah pedalaman yang dilalui oleh sungai sehingga disparitas harga barang-barang bisa ditekan,” imbuhnya.
Budi juga mengatakan, peluang dan potensi angkutan sungai dan danau masih sangat terbuka. “Saya mengajak asosiasi untuk bersama melakukan survei terhadap potensi yang ada sehingga nantinya akan muncul ide dan gagasan baru terkait angkutan sungai dan danau,” kata dia.
Sumber: Investor Daily