Menhub: Indonesia Berkomitmen Kelola Pelabuhan Ramah Lingkungan

Kamis, 4 November 2021 | 14:54 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadimenyampaikan komitmen Indonesia untuk menciptakan pelabuhan ramah lingkungan (green ports). Hal itu disampaikan Menhub saat menjadi pembicara kunci secara daring pada kegiatan Indonesia Pavilion COP-26 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, pada Selasa (2/11/2021) malam. Kegiatan ini juga bagian partisipasi Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia.

“Sektor transportasi, khususnya transportasi laut, menjadi salah satu kontributor utama perubahan iklim. Perlu dilakukan upaya pengendalian iklim melalui pengelolaan pelabuhan ramah lingkungan demi menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik di daerah pelabuhan,” ujar Menhub dalam keterangan resmi Kamis (4/11/2021).

Menhub mengungkapkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan pelabuhan ramah lingkungan, di antaranya meratifikasi konvensi internasional tentang pencegahan pencemaran dari kapal atau MARPOL Annex VI, penggunaan peralatan listrik dalam kegiatan bongkar muat, penggunaan truk berbahan bakar gas di area pelabuhan, pengembangan aplikasi berbasis internet untuk pendaftaran angkutan barang dari pengirim ke pengangkut, serta penggunaan energi surya di fasilitas pelabuhan seperti penerangan jalan sel surya dan lampu LED.

“Kami berharap mitigasi perubahan iklim di area pelabuhan akan mengurangi emisi secara signifikan dan berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca dari sektor transportasi. Langkah ini menjadi titik awal positif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat di daerah pelabuhan,” kata Menhub.

Wilayah Asia dan Afrika diprediksi akan mengalami peningkatan emisi paling tajam karena pertumbuhan lalu lintas pelabuhan di tengah terbatasnya langkah-langkah mitigasi. Berdasarkan kajian tentang gas rumah kaca dari Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organisation/IMO) pada tahun 2020, kegiatan pelayaran telah mengeluarkan total sekitar 1 juta ton CO2 pada 2018.

Sementara berdasarkan laporan OECD pada 2014, sebagian besar emisi pengiriman di pelabuhan diperkirakan tumbuh hingga empat kali lipat pada 2050. Hal tersebut akan membawa emisi CO2 dari kapal di pelabuhan menjadi sekitar 70 juta ton pada tahun 2050 dan emisi NOx hingga 1,3 juta ton. “Semua pihak diharapkan mencapai kesepakatan dalam upaya mencapai target global, yaitu mencegah kenaikan suhu bumi tidak lebih 2 derajat celcius dan bisa menguranginya sebesar 1,5 derajat celcius,” ungkap Budi.

Sumber: Investor Daily

Indonesia Perkuat Kerja Sama Infrastruktur dengan Korea Selatan

Kamis, 4 November 2021 | 13:12 WIB
Oleh : Indah Handayani / WBP

Glasgow, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Indonesia memperkuat kerja sama infrastrukturdengan Korea Selatan (Korsel). Hal itu terungkap saat Menteri PUPR mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Korea Selatan Han Jeoung-ae pada hari ketiga pelaksanaan Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, Rabu (3/11/2021).

Menteri Basuki menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara di bidang infrastruktur. Pada pertemuan bilateral terakhir Mei 2021 lalu telah dibicarakan persiapan penyelenggaraan The 2nd Asia International Water Week (AIWW) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang semula November 2021 ditunda menjadi Maret 2022 secara hybrid (offline dan online).

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Korea Selatan atas dukungannya untuk memperkuat kerja sama infrastruktur, termasuk ahli bendungan yang dirasakan sangat membantu. Kerja sama lainnya terkait pengembangan infrastruktur berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), khususnya teknologi Advanced Hydrologic Measurement dan Pilot Project Smart Water Management Denpasar,” kata Menteri Basuki dalam keterangan pers, Kamis (4/11/2021).

Menteri Basuki berharap dengan pemanfaatan TIK akan membantu pengumpulan data hidrologi dan informasi air secara terkini untuk mewujudkan pengelolaan air berkelanjutan dan efisien. Saat ini, dua kerja sama di bidang pemanfaataan TIK tersebut sedang dalam tahap persiapan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga menyampaikan rencananya untuk mengunjungi Korea Selatan pada akhir tahun 2021 ini untuk melihat beberapa proyek smart city, di antaranya Smart Village di Eco Delta City, Songdo City dan Sejong City. “Saya tertarik untuk mempelajari bagaimana kota-kota baru itu dibangun dari awal, bagaimana konsep kota pintar dapat diimplementasikan,” ujarnya.

Menteri Basuki menyatakan Kementerian PUPR ingin banyak mempelajari pengalaman Korea sehubungan dengan rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. “Saat ini Rancangan UU IKN sudah disampaikan pemerintah ke DPR untuk dibahas lebih lanjut dan mendapatkan persetujuan,” tuturnya.

Menteri Basuki dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan rencananya untuk pengembangan pemanfaatan bendungan untuk sumber energi terbarukan, seperti halnya pemanfaatan tenaga hidro dan pemasangan panel surya di bendungan untuk menghasilkan energi listrik.

Sumber: Investor Daily

Kemenhub: Potensi Angkutan Sungai dan Danau Masih Sangat Terbuka

Kamis, 4 November 2021 | 13.00 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajak Gabungan Pengusaha Nasional Sungai, Danau, Penyeberangan (Gapasdap) untuk mengembangkan juga angkutan sungai dan danau.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, selama ini bidang transportasi sungai, danau, dan penyeberangan lebih fokus pada pengembangan penyeberangannya saja. Sementara, transportasi sungai dan danau kurang dilirik.

“Padahal, angkutan transportasi sungai dan danau juga berperan penting dalam distribusi logistik, khususnya di wilayah yang mengandalkan sungai sebagai jalur transportasi. Jangan kita melihat di penyeberangan saja, tapi juga melihat potensi dan peluang yang ada di sungai dan danau,” kata Budi dalam keterangan resmi, Jumat (22/10/2021).

Menurut Budi, hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan (Menhub) yang minta untuk memperbaiki dan membuat pilot project lintasan transportasi sungai di Palembang, Kalimantan Tengah untuk mendukung food estate, dan di Asmat (Papua).

Khusus untuk Papua, Budi mengungkapkan, transportasi sungai di wilayah Papua merupakan bagian dari konsep tol laut.

“Dengan tranportasi sungai, logistik yang diangkut oleh kapal laut dapat diteruskan ke wilayah-wilayah pedalaman yang dilalui oleh sungai sehingga disparitas harga barang-barang bisa ditekan,” imbuhnya.

Budi juga mengatakan, peluang dan potensi angkutan sungai dan danau masih sangat terbuka. “Saya mengajak asosiasi untuk bersama melakukan survei terhadap potensi yang ada sehingga nantinya akan muncul ide dan gagasan baru terkait angkutan sungai dan danau,” kata dia.

Sumber: Investor Daily

Krisis Kontainer, Acak-Acak Stok Mainan Anak di Dunia!

NEWS – Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia 18 October 2021 10:18

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan produsen mainan anak sedang menghadapi masalah serius. Pengiriman mainan terkendala biaya kargo yang mahal.

Hal ini diungkapkan Jay Foreman seorang chief executive dari pembuat mainan Basic Fun yang berbasis di Florida, Amerika Serikat (AS). Di saat waktu belanja akhir tahun mendekat dia harus memutar otak untuk bisa mengirimkan barang.

Namun dia menemui kendala biaya pengiriman yang mahal. Sebagai informasi saat waktu normal, Basic Fun mengekspor semua pesanan dari pabriknya di China yang disebutnya sebagai otomatis.

Tapi sekarang berbeda, saat kontainer pengiriman ukuran 20 kaki dan 40 kaki menjadi langka dan mahal untuk mengirimkan barang dari pabrik luar negeri ke pelabuhan AS lalu kembali.

Laporan Drewry, konsultan penelitian maritim, tarif dari Shanghai ke Los Angeles mencapai US$10.229 (Rp 144,8 juta) pada minggu pertama Agustus atau naik 238% pada bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Untuk menyiasatinya, Foreman akhirnya menemukan solusi yakni mainan kecil dan squishy. “Kargo dan peti kemas berada pada harga premium, jadi kita akan memprioritaskan pada barang kecil berkecepatan tinggi,” ucap kepala pemasaran dan operasi perusahaan di Hong Kong, Andrew Yanofsky, dikutip dari CNN,Minggu (17/10/2021).

Akhirnya mainan yang bisa masuk ke kontainer senilai US$61 ribu, ungkapnya. Dia mengatakan mainan tersebut adalah yang bagus namun hanya beberapa ribu saja yang bisa masuk.

“Saat marginnya rendah dan besar, barang itu akan tersingkir,” kata dia.

Hal yang sama juga diungkapkan Rick Derr, pemilik Learning Express Toys di Lake zuric Illinois. Dia mengatakan saat musim semi hanya barang kecil dan ringan dapat persediaan lebih banyak.

Rick Derr mengatakan mencoba mengisi kekosongan dengan barang lebih besar misalnya rumah boneka, set mainan serta labirin. Dia juga mengatakan untuk liburan akhir tahun akan beralih ke barang berukuran kecil.

“Jika Anda menjual cukup banyak, bisa menebus (penjualan) yang hilang karena kami kehilangan tidak memiliki barang besar,” jelas Rick Derr.

Tsunami Barang Impor China Terjadi Lagi di RI, Nilainya Fantastis !

Achmad Dwi Afriyadi – detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 10:15 WIB

Jakarta – Impor Indonesia selama September 2021 tercatat US$ 16,23 miliar atau meningkat sebanyak 40,31% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak US$ 11,57 miliar. Impor September 2021 terdiri dari migas sebanyak US$ 1,86 miliar dan non migas US$ 14,37 miliar.
Impor non migas Indonesia paling besar berasal dari China. Indonesia tercatat melakukan impor senilai US$ 4,44 miliar atau setara dengan Rp 63,04 triliun (asumsi kurs Rp 14.200) dengan porsi 30,89% dari total impor non migas.

“Kalau dilihat komoditasnya itu adalah mesin peralatan, mekanis dan bagiannya HS 84. Kemudian mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya HS 85,” kata Kepala Badan Pusat Stastik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (15/10/2021).

Impor terbesar selanjutnya berasal dari Jepang dengan nilai US$ 1,40 miliar. Porsinya, sebesar 9,75% dari total impor non migas.

“Kalau kita lihat komoditas utama yang di Jepang itu adalah komoditas mesin, peralatan mekanis dan bagiannya atau HS 84. Dan juga kendaraan dan bagiannya atau dengan kode HS 87,” ujarnya.

Urutan ketiga ada Thailand dengan nilai US$ 0,85 miliar atau dengan porsi 5,94%. Di bawah Thailand ada sejumlah negara di antaranya Australia, Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, India, Malaysia dan Taiwan.

Baca artikel detikfinance, “Tsunami Barang Impor China Terjadi Lagi di RI, Nilainya Fantastis!” selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5768236/tsunami-barang-impor-china-terjadi-lagi-di-ri-nilainya-fantastis.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Menhub: Indonesia Komitmen Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030

Minggu, 18 Oktober 2021 | 09:53 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyampaikan dukungan Indonesia terhadap tujuan pembangunan berkelanjutanatau sustainable development goals (SDG’s) di tahun 2030, dimana pembangunan yang dilakukan memastikan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Pembangunan yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan dunia yang lebih baik bagi kita semua dan generasi masa depan,” ujar Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, dikutip Beritasatu.com, Minggu (17/10/2021).

Menhub menyatakan hal tersebut terkait Konferensi Transportasi Berkelanjutan Global ke-2 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara daring.

Budi Karya menjelaskan, sektor transportasi memiliki peran penting untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang berkelanjutan. “Utamanya, dalam penyediaan akses bagi masyarakat dan berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca,” jelas Menhub.

Di masa pandemi ini, lanjut Menhub, semua negara harus melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan memasukkan aspek berkelanjutan ke dalam agenda pemulihan.

“Indonesia mendukung prakarasa to build back better atau membangun kembali yang lebih baik untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor transportasi,” ungkap Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan, Indonesia terus melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur transportasi dan peningkatan layanan angkutan massal, seperti pembangunan mass rapid transit (MRT), light trail transit (LRT), kereta cepat, dan pelabuhan hijau.

“Pembangunan dilakukan untuk memberikan akses dan konektivitas yang lebih luas, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di daerah terpencil,” kata Budi Karya.

“Pemerintah juga memastikan keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek pembangunan dan menyediakan lapangan kerja, yang akan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Menhub.

Sumber: BeritaSatu.com

Menhub Pastikan Kesiapan Pelabuhan Khusus Logistik Pertama di NTT

Rabu, 14 Oktober 2021 | 16:01 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadimeninjau Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Pelabuhan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (13/10/2021).

“Hari ini saya mengecek pelabuhan khusus logistik pertama yang ada di NTT jelang diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (14/10) besok,” jelas Menhub.

Menhub mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi untuk menjadikan Labuan Bajosebagai destinasi wisata utama di Indonesia, maka perlu dilakukan pembenahan kawasan wisata Labuan Bajo.

Pembenahan yang dilakukan yaitu dengan memisahkan Pelabuhan Labuan Bajo yang sebelumnya masih bercampur antara pelayanan kapal penumpang dan kegiatan logistik.

“Agar pariwisata di Labuan Bajo lebih maju dan kegiatan logistik lebih optimal, maka pemerintah memutuskan untuk memisahkan pelabuhan. Pelabuhan untuk penumpang dan kegiatan wisata ada di Pelabuhan Bajo eksisting. Sementara, pelabuhan khusus logistik kami bangun di Wae Kelambu yang berjarak kurang lebih 10-12 Km dari Pelabuhan Labuan Bajo,” ungkap Menhub.

Budi Karya menjelaskan, pembangunan terminal ini merupakan wujud komitmen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi meski di tengah pandemi.

“Terminal ini kami bangun pada Agustus 2020 dan selesai pada April 2021. Sebelum dioperasikan, kami telah melakukan serangkaian persiapan baik dari aspek keselamatan, kesiapan SDM, dan fasilitas dari Terminal,” ungkap Menhub.

Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini diperuntukkan untuk melayani lalu lintas dan kegiatan bongkar muat komoditas seperti peti kemas, general cargo dan curah cair, sebagaimana ditetapkan dalam rencana induk Pelabuhan Labuan Bajo yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 117 Tahun 2021.

“Dengan telah diselesaikannya pembangunan terminal multipurpose di Wae Kelambu dan tengah dilakukannya revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo eksisting. Labuan Bajo akan memiliki wajah baru yang lebih menarik perhatian wisatawan maupun para investor baik di dalam negeri maupun mancanegara. Selain itu, juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di Labuan Bajo dan sekitarnya,” tutur Budi Karya.

Sumber: BeritaSatu.com

Jokowi Resmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu di NTT

Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:46 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun, Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Pelabuhan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10/2021).

“Mengenai Pelabuhan Wae Kelambu ini, kita memang ingin pelabuhan yang lama itu bersih. Karena memang di sana adalah wilayah dan daerah wisata sehingga kita geser ke sini,” kata Jokowi saat meresmikan penggabungan PT Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, NTT.

Seperti diketahui, sebelumnya Pelabuhan Labuan Bajo melayani pelayanan kapal penumpang dan logistik. Namun kini, layanan logistik dan bongkar muat dialihkan ke Terminal Wae Kelambu.

Jokowi memberikan apresiasi kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang telah mengerjakan pembangunan Terminal Wae Kelambu dengan sangat cepat. Pembangunan dimulai pada Agustus 2020 dan selesai pada Oktober 2021.

“Ini juga dikerjakan, saya sangat mengapresiasi dikerjakan secara cepat. Di bulan Agustus 2020 dimulai, kemudian hari ini bisa kita selesaikan” ujar Jokowi.

Ia sendiri tidak menyangka jika Terminal Wae Kelambu di Pelabuhan Labuan Bajo sangat besar. “Saya tidak bayangin bahwa pelabuhan yang baru ini sangat besar sekali. Pikiran saya itu kayak yang lama digeser ke sini, ternyata menjadi sebuah pelabuhan yang besar,” terang Jokowi.

Karena itu, Jokowi mengharapkan terminal ini dapat dipakai dalam jangka waktu 15 hingga 20 tahun yang akan datang dan masih memungkinkan untuk nagkutan barang-barang yang ada di Provinsi NTT, terutama di Kabupaten Manggarai Barat.

Sumber: BeritaSatu.com

Jokowi Minta Menteri BUMN Carikan Partner untuk Pelindo

Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:19 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Dengan telah diresmikannya merger atau penggabungan PT Pelindo I-IV menjadi PT Pelindo (Persero) maka diharapkan holding BUMN kepelabuhan ini bisa masuk ke rantai pasok global. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri BUMN Erick Thohir mencarikan partner atau pasangan bisnis bagi Pelindo.

“Saya juga minta saat ini dipartnerkan,” kata Jokowi saat meresmikan penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10/2021).

Kementerian BUMN sebagai pemegang saham PT Pelindo ini diminta Jokowi untuk mencarikan rekanan bisnis yang memiliki jaringan yang luas atau networking bertaraf internasional. Sehingga bisnis Pelindo dapat terkoneksi dengan negara-negara lain di dunia dengan baik.

Dengan begitu, produk-produk atau barang-barang lokal di Tanah Air bisa menjelajah ke negara-negara di dunia dan masuk ke dalam supply chain global. “Artinya apa, produk-produk kita, barang kita bisa menjelajah ke mana-mana, masuk ke supply chain global. Goal-nya ke sana,” ungkap Jokowi.

Kepala Negara mengharapkan, merger Pelindo dapat membuat biaya logistik di Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Biaya logistik memiliki daya saing atau competitiveness menjadi lebih baik.

“Apa yang ingin kita harapkan disini, yang pertama sekali lagi biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya daya saing kita, competitiveness kita akan menjadi lebih baik,” terang Jokowi.

Untuk itu, Jokowi memberikan apresiasi kepada Menteri BUMN beserta jajarannya yang telah merealisasikan merger 4 BUMN menjadi PT Pelindo ini. Karena dengan merger ini, maka PT Pelindo akan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia untuk menyeimbangkan pasar di sektor kelautan.

“Ini adalah akan menjadi sebuah kekuatan besar, tadi sudah disampaikan bahwa akan masuk ke-8 besar dunia. Inilah yang kita harapkan,” tegas Jokowi.

Merger ini, dikatakan Jokowi diharapkan dapat menjadi role model bagi BUMN lain yang masih kecil-kecil dapat dijadikan satu sehingga kekuatannya menjadi besar.

“Nanti perusahaan-perusahaan lain juga diharapkan seperti ini. Jangan sampai kecil-kecil bertebaran sehingga kekuatan jadi minim, baik dari sisi kekuatan keuangan atau modal. Kalau bergabung seperti ini kekuatannya akan menjadi gede,” papar Jokowi.

Sumber: BeritaSatu.com

Menaker: Banyak Lulusan Pemagangan di Luar Negeri Jadi Pengusaha

Senin, 11 Oktober 2021 | 22:19 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum /  EHD

Samarinda, Beritasatu.com – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah membuka Sosialisasi Pemagangan Luar Negeri di Hotel Mercure Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (11/10/2021). Pembukaan ditandai dengan tabuhan bedug oleh Menaker.

Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah melalui Kemenaker terus berupaya menekan pengangguran di Tanah Air, salah satunya melalui program pemagangan. “Kita punya keinginan pengangguran bisa kita tekan salah satu alternatifnya adalah melalui pemagangan. Banyak orang Indonesia lulusan pemagangan di luar negeri ketika kembali ke Tanah Air menjadi pengusaha,” ucap Ida sebagaimana dalam siaran persnya.

Ida menjelaskan, pemagangan merupakan bagian dari proses pelatihan dengan menempatkan peserta di perusahaan, sehingga mereka bisa merasakan situasi dan suasana bekerja. 

“Jadi pemagangan itu bagian dari pelatihan. Pemagangan bukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah secara terselubung, bukan. Pemagangan adalah bagian dari proses pelatihan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemagangan luar negeri, khususnya ke Jepang sudah berlangsung sejak tahun 1993 dan hingga saat ini peserta yang sudah dikirim ke Jepang sudah mencapai 85.415 orang peserta.

Menurutnya, banyak mantan peserta yang mengikuti pemagangan di Jepang kemudian menjadi pengusaha sukses atau diterima dunia usaha, baik di Jepang sendiri maupun di dalam negeri. “Mereka mulai dari pemagangan, kemudian bisa menjadi pekerja,” ucapnya.

“Ada yang kini miliki pekerja sampe 500. Banyak sekalilah dari usaha kecil sampe skala menengah,” imbuhnya.

Ia menyatakan bahwa pemagangan di Jepang dihentikan sementara karena pandemi. Katanya, pemerintah Jepang membatasi kehadiran warga negara asing, termasuk peserta pemagangan.

Namun, kini pihaknya sudah berkirim surat ke Pemerintah Jepang agar kembali membuka diri untuk pemagangan dari Indonesia. Hal itu seiring dengan perbaikan kondisi Covid -19 di Tanah Air.

“Kita sampaikan pandemi bisa kita kendalikan. Positivity rate turun, kita sampaikan kondisi ini ke Pemerintah Jepang, sehingga kesempatan pemagangan ini bisa dibuka kembali,” ujarnya.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivis, Kemenaker, Budi Hartawan menambahkan, kegiatan Sosialisasi Pemagangan Luar Negeri ini diikuti stakeholderterkait sebanyak 55 orang yang berasal dari unsur Dinas Ketenagakerjaan Provinsi, Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Timur, serta forum dan asosisasi yang terkait dengan program pemagangan.

Ia berharap, setelah peserta mengikuti sosialisasi akan dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga akan terbuka kesempatan yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur.

“Sosialisasi ini juga kami harapkan dapat menyebarkan informasi mengenai program pemagangan Japan dan semakin terbuka kesempatan untuk masyarakat terutama yang dari Indonesia Timur,” ucap Budi.

Pembukaan sosialisasi pemagangan luar negeri ini dihadiri Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsos) Kemenaker, Indah Anggoro Putri; Staf Khusus Menaker, Caswiyono Rusydi; Wali Kota Samarinda, Andi Harun; dan Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah. Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pemagangan Luar Negeri telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sumber: BeritaSatu.com

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis