
Jumat, 8 Oktober 2021 | 14:15 WIB
Oleh : Herman / FER
Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Faisal Basri menilai, Indonesia membutuhkan desain dan pandangan baru dalam transformasi ekonomi berbasis kelautan.
Apalagi dari sisi letak geografis, Indonesia merupakan negara maritim dengan lebih dari 17.000 pulau, dua pertiga wilayahnya berupa lautan, serta memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia.
“Pemerintah sadarilah, laut yang mempersatukan pulau-pulau kita, sehingga bisa mengintegrasikan perekonomian domestik. Sehingga, yang dibutuhkan adalah desain baru transformasi ekonomi berbasis keunikan kita ini,” kata Faisal Basri dalam webinar Analisis Lingkungan Ekonomi dan Bisnis Terhadap Disrupsi di Sektor Transportasi, Jumat (8/10/2021).
Sayangnya, lanjut Faisal, komposisi sektor transportasi laut dari tahun ke tahun semakin turun. Hanya ketika ada pandemi covid-19 saja komposisi angkutan laut mengalami peningkatan.
“Sedihnya, kalau saya lihat angkutan laut ini kian hari makin turun. Justru dia naik di era pandemi, jadi transportasi laut ini paling tahan terhadap pandemi. Yang paling tidak tahan itu kereta api kelihatannya, kemudian transportasi udara,” ujarnya.
Faisal mengungkapkan, komposisi sektor angkutan udara selama ini sebetulnya selalu naik signifikan. Pada 2010 komposisinya mencapai 15,69%, lalu di 2015 menjadi 24,90%, 2019 sebesar 29,26%, namun di 2020 turun jadi 15,21% dan di semester I 2021 sebesar 13,33%.
Sedangkan untuk sektor angkutan laut, di 2010 hanya sebesar 8,96%, 2015 menjadi 6,77%, lalu di 2019 turun lagi jadi 5,75%. Kemudian di 2020 naik menjadi 6,94% dan di semester I 2021 7,08%.
“Kita biasa udara, lautnya terbengkalai. Angkutan udara mengangkut manusia dan angkutan laut mengangkut barang. Kita keteteran di barangnya, manusianya semakin mobile namun barangnya masih mahal kalau diangkut lewat laut,” ujar Faisal.
Karenanya, tambah Faisal Basri, ke depan sektor laut harus menjadi perhatian pemerintah. “Pembenahan di sektor ini akan membuat Indonesia bisa lebih bersaing di pasar internasional,” pungkasnya.
Sumber: BeritaSatu.com