
Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:07 WIB
Oleh : Herman / FER
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadimenyampaikan, saat ini Indonesia sudah masuk ke era globalisasi yang ditandai dengan modernisasi di segala bidang. Salah satunya, era disrupsi yang tidak bisa dihindari.
Menhub berpesan kepada SDM transportasi untuk tidak menjadikan disrupsi menjadi sebuah ancaman, melainkan sebagai peluang terhadap praktik manajemen sumber daya manusia (SDM) modern agar mencapai kinerja terbaik, dan meningkatkan sebuah organisasi menjadi lebih efisien, efektif dan kompetitif.
“Disrupsi yang terjadi ini justru menjadi peluang bagi kita untuk mengembangkan SDM yang berkualitas dan harus cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sehingga dibutuhkan keberanian, serta dukungan dan kesiapan semua pihak dalam penyediaan teknologi yang tepat, yang harus dilakukan dengan segera,” ujar Budi Karya dalam webinar “Analisis Lingkungan Ekonomi dan Bisnis Terhadap Disrupsi di Sektor Transportasi”, Jumat (8/10/2021).
Menhub memberi contoh hadirnya transportasi online seperti Gojek dan Grab yang memberi kepraktisan bagi masyarakat. Adanya inovasi digital dari transportasi onlinetersebut tentu saja bisa mengancam kelangsungan usaha perusahaan transportasi konvensional bila mereka tidak segera melakukan perubahan model bisnis.
“Disrupsi jangan kita anggap sebagai ancaman, melainkan justru sebagai peluang bagi kita untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, serta harus cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” kata Budi Karya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Antoni Arif Priadi menambahkan, BPSDM Perhubungan terus berupaya menjadikan sekolah/perguruan tinggi transportasi yang ada di lingkungan Kemenhub, mampu melahirkan SDM transportasi yang terampil dan andal. Sehingga mampu mendukung program pemerintah untuk mempercepat pengembangan sektor transportasi di Indonesia.
“Kami berupaya dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik dan memberikan dukungan serta dorongan terhadap pemulihan ekonomi. Kami juga berupaya mendukung pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi, dalam upaya menjaga aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang guna menopang pertumbuhan ekonomi, dengan menyediakan SDM transportasi yang andal,” tutur Antoni.
Sumber: BeritaSatu.com